Posts

Vinales Frustasi Dengan Performa Motornya Setelah Hanya Finish Ke 8 Di Mugello

maverick vinales motogp mugello

Meski mengawali start dari posisi ke tiga saat race MotoGP Italia di sirkuit Mugello, Maverick Vinales harus mengakhiri balapan di posisi delapan. Balapan di Mugello sendiri akhirnya dimenangkan oleh Jorge Lorenzo.

Padahal sebelumnya doi merasa yakin untuk bisa bertarung memperebutkan podium, sekaligus meraih podium atau bahkan kemenangan pertamanya di MotoGP 2018 sejak terakhir kali meraihnya di Le Mans 2017. Keyakinan tersebut hadir seiring hasil yang baik saat kualifikasi dimana Yamaha M1 bisa kompetitif, bahkan Rossi berhasil meraih pole possition mencatatkan record fastest lap.

Tapi pada saat race berlangsung, sejak bendera start berkibar, Vinales langsung tercecer dari posisi terdepan, hal itu tentu sangat berbeda dengan kualifikasi dan juga FP4.

“Permulaan dan balapan-nya tidak seperti yang kami harapkan setelah FP4 dan Pemanasan. Feeling yang saya dapatkan di motor benar-benar berbeda. Saya tidak bisa mengendarai motor ini, saya tidak tahu saya saya tidak memiliki grip yang baik pada roda depan di tikungan pada lap pertama”.

vinales motogp mugello 2018

Meskipun perlahan bisa memperbaiki kecepatannya, bahkan Vinales menjadi satu-satunya pembalap yang punya kecepatan mirip Jorge Lorenzo, tapi itu tidak cukup untuk memperbaiki posisinya meraih podium.

“Ini tentunya memalukan karena saya adalah salah satu pembalap yang lebih cepat di lintasan setelah lap 10. Akhirnya, saya menghancurkan ban depan saya sehingga saya tidak bisa menyerang untuk naik podium, saya mencoba yang terbaik, seperti yang saya lakukan setiap hari, motornya tidak berfungsi (maksimal) dan kita tidak ada di sana (posisi terdepan). Saya berharap Yamaha dapat membuat lebih banyak motor untuk memberi kami kesempatan untuk memenangkan balapan dan memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan gelar juara”.

Menjelang balapan di Barcelona, Vinales berharap Yamaha bisa bekerja cepat memperbaiki permasalahan yang mereka hadapi, karena Vinales meraya tidak yakin apakah akan bisa kompetitif di balapan kandangnya nanti.

Well.. tentunya menarik untuk melihat seperti apa respon Yamaha dalam memecahkan problem mereka, sehingga bisa kompetitif untuk memperebutkan gelar juara.

Zarco Tercepat Di Official Tes MotoGP Jerez

Haimotolink - Johann Zarco Tech3

Sehari pasca balap MotoGP di sirkuit Jerez (7/5/2018), di tempat yang sama dilakukan Tes yang diikuti sebagian besar tim dan pembalap. Sedangkan Ducati dan Aprilian memilih tes privat di Mugello.

Johann Zarco yang pada balapan kemarin menduduki peringkat 2 dibelakang Marc Marquez kali ini jadi yang tercepat. Rider Tech3 tersebut  berhasil mencatatkan waktu 1’37.730 detik mendekati fastest lap yang ditorehkan oleh Cal Crutchlow, unggul 0.217 detik dari Cal Crutchlow dan Pedrosa di posisi 3.

Seperti pada FP, kualifikasi dan balapan kemarin, Zarco menjadi rider Yamaha tercepat. Maverick Vinales hanya membukukan waktu 1’38.139 detik berada di posisi empat sedangkan Valentino Rossi ada di posisi 10 terpaut hampir satu detik dari Zarco.

Haimotolink - Johann Zarco

Dengan pencapaiannya di tes Jerez ini, Zarco semakin pede untuk menjalani balapan kandangnya di sirkuit Le Mans pada 20 Mei nanti. “Aku menatap Le Mans dengan harapan menang, meskipun aku tak ingin membebani diriku sendiri”. Jika musim 2017 Zarco  finish ke 2 di belakang Vinales, bagaimanakah pencapaiannya musim ini?

Top 10 Tes Jerez

No. Rider Tim Fastest Lap Gap
1 Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 1m 37.730s
2 Cal Crutchlow GBR LCR Honda 1m 37.947s +0.217s
3 Dani Pedrosa SPA Repsol Honda 1m 37.980s +0.250s
4 Maverick Vinales SPA Movistar Yamaha 1m 38.139s +0.409s
5 Marc Marquez SPA Repsol Honda 1m 38.232s +0.502s
6 Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS 1m 38.288s +0.558s
7 Tito Rabat SPA Reale Avintia Racing 1m 38.304s +0.574s
8 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda 1m 38.444s +0.714s
9 Jack Miller AUS Pramac Ducati 1m 38.586s +0.856s
10 Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha 1m 38.673s +0.943s

Menarik Melihat Yamaha M1 Kembali Ke Jerez

Menarik dan bikin penasaran mengikuti balapan MotoGP di Jerez nanti. Apalagi musim kemarin Yamaha M1 2017 terlihat sangat berantakan dalam persaingan merebut posisi tertinggi di sirkuit Jerez yang akhirnya dimenangi oleh duo HRC, Dani Pedrosa dan Marc Marquez di podium satu dan dua serta Jorge Lorenzo di posisi tiga.

Dari struggle-nya duo pembalap Yamaha Factory, muncul nama Johann Zarco sebagai Yamaha tercepat di musim 2017 kemarin dengan menempati posisi finish ke empat di akhir balapan.

Back to Jerez 2018

Melihat perjalanan 3 seri awal dimana Honda tampil cukup apik dan Ducati belum menunjukkan potensi terbaiknya serta Suzuki GSX-RR yang berhasil meraih 2 kali podium 3 di dua balapan menjadi sangat menarik untuk melihat dimana posisi Yamaha M1 berada.

Jika Maverick Vinales merasa pede dalam menghadapi balapan di Jerez nanti, Johann Zarco yang juga mengendarai M1 bersama Tech 3 juga mengungkapkan keyakinan yang sama.

“Kami kembali ke Eropa dengan MotoGP Spanyol di Jerez, trek yang saya pikir disukai semua orang dan saya juga menikmati itu juga. Saya mempunyai beberapa memori luar biasa dari tahun lalu dan saya ingin suvenir yang lebih bagus di tahun ini. Saya akan mendorong Yamaha ke arah yang benar agar bisa bersaing meraih kemenangan, jika kami bisa maka akan mampu meraihnya. Mari percaya saja bisa meraih kemenangan dan podium, serta kita tunggu saja apa yang akan terjadi”,  demikian pernyataan Zarco yang dirilis oleh crash.net.

Jika musim lalu Valentino Rossi hanya finish ke sepuluh dengan gap lebih dari 38 detik dari sang pemenang, apakah doi bisa mengukir hasil positiv musim ini? Jika setelah motornya pas bukan tidak mungkin M1 bisa bersaing sengit memperebutkan posisi tertinggi di Jerez nanti.

Tetap penasaran. Dan harus dituntaskan nanti di akhir minggu. – Haimotolink

Penasaran Dengan Duo Yamaha Di MotoGP Jerez 2018

Menjelang MotoGP Jerez ada penasaran yang harus segera terjawab tentang performa duo pembalap Yamaha Factory yang pada musim 2017 lalu kesulitan bersaing memperebutkan podium. Padahal biasanya Yamaha kuat di sirkuit tersebut.

Menggunakan M1 keluaran 2017 ternyata Yamaha benar-benar kesulitan, bahkan perolehan laptime yang lebih lambat dari motor 2016 saat Valentino Rossi bersama Jorge Lorenzo.

Sebagai perbandingan, jika tahun 2016 Valentino Rossi menjadi yang tercepat dengan 45:28:834 maka pada 2017 lalu dia finish diposisi 10 besar dengan gap +38,682 dari Dani Pedrosa yang juara dengan catatkan waktu 45 menit 26,827 detik.

Seperti apakah nantinya balapan di Jerez setelah duo Yamaha belum ada yang bisa menduduki podium tertinggi di tiga seri sebelumnya di Qatar, Argentina dan CoTA?

Semoga ada perkembangan positif setelah raihan posisi 2 dan 4 oleh Maverick Vinales dan Valentino Rossi di Austin, sehingga pertarungan akan semakin seru saat balapan di Jerez nanti.

Bayangkan ketika Honda, Ducati, Yamaha dan juga Suzuki yang dalam 2 balapan berhasil podium bersaing untuk menjadi yang tercepat? Apalagi layout sirkuit Jerez yang memungkinkan adanya balapan seru sarat pertarungan.

Berharap kita disuguhi balapan MotoGP yang benar-benar seru, dibanding dua balapan kemarin di Argentina dan Austin yang penuh drama dan menjemukan. – Haimotolink

Performa Motor Tiga Pabrikan Jepang Di MotoGP

Haimotolink – MotoGP telah menyelesaikan 3 seri balapan dimusim ini dengan berbagai intrik dan pemenang berbeda disetiap serinya. Dari ketiga seri yang telah lalu terlihat ada naik turunnya performa motor khususnya diantara 3 pabrikan Jepang yaitu Honda, Yamaha dan Suzuki.

Dari ketiganya terlihat bahwa Honda lebih siap untuk menghadapi kompetisi musim ini, meskipun tidak meraih point pada balapan di Argentina. Tapi kabar baiknya adalah RC213V terlihat lebih tangguh dari musim lalu. Di Austin mungkin bisa jadi petunjuk kemajuan RC213V dibanding dengan para pesaingnya, meskipun Marc Marquez “sudah terbiasa” menang disana, tapi selisih waktu yang ada gak bisa bohong.

Selain Honda, Suzuki juga sepertinya mengalami kemajuan yang cukup berarti jika melihat balapan di Argentina dan Austin dengan meraih dua kali podium tiga pada dua seri tersebut oleh kedua pembalapnya.

Lalu bagaimanakah dengan Yamaha? Sepertinya M1 mengalami pergerakan yang lambat jika dibandingkan dua pesaingnya tersebut. Tentu akan sangat mengkhawatirkan para pembalapnya jika mereka tidak bisa mengejar ketertinggalannya dari Honda, karena persaingan untuk perebutan juara akan jadi semakin berat untuk kedua pembalap Yamaha Factory.

Terlalu dini memang jika kita menyatakan demikian, sebelum berlangsungnya balapan di Eropa, karena seperti kita ketahui seri Eropa merupakan balapan-balapan yang sangat menentukan gelar juara dunia. Selain itu, eropa memiliki jumlah sirkuit yang lebih banyak dengan berbagai karakter yang benar-benar menuntut skill pembalap dan setingan motor terbaik di tiap sirkuinya.

Untuk mengetahui sejauh mana pengembangan dan posisi ketiganya, kita harus bersabar menantikan seri berikutnya sambil menunggu hasil-hasil yang diraih ketiganya.