Posts

Update Regulasi WSSP300 Serie 2

Haimotolink – Masih ingat dengan hasil seri pertama WSSP Aragon dan struggle-nya Yamaha R3 yang tiba-tiba kehilangan tajinya? Tentu masih ingatkan? Hal tersebut pula yang membuat kubu Yamaha mengusulkan adanya regulasi baru menjelang Seri 2 di sirkuit Assen.

Usulan Yamaha tersebut ternyata ditanggapi positif oleh FIM dengan dikeluarkannya regulasi baru pada 20 April. Oh ya ada beberapa motor dari pabrikan berbeda yang ikut berpartisipasi di WSSP300 ini setelah lolos homologasi FIM, yaitu :

KTM RC390

Motor Kubikasi Max RPM Berat
Honda CBR500R 471 CC 9500 RPM 156 Kg
Yamaha R3 320 CC 12.850  RPM 140 Kg
Yamaha R3A 320 CC 12.850  RPM 140 Kg
Kawasaki Ninja 300 (EX300A/D/F) 281 CC 13.000 RPM 140 Kg
KTM RC390 373 CC 11.000 RPM 136 Kg
KTM RC390R 373 CC 11.000 RPM 136 Kg
Ninja 400 (EX400G/H/J) 399 CC 12.000 RPM 150 Kg

Setelah adanya update regulasi diharapkan akan hadir persaingan yang lebih seimbang diantara pembalap WSSP300 nanti. Kita tunggu aja balapannya, karena kualifikasinya sendiri sudah menempoatkan 8 Ninja 400 dan 2 KTM RC390 di sepuluh besar. Dimanakah posisi pembalap Indonesia?

Yamaha Berharap Ada Perubahan Regulasi WSSP300 Menjelang Seri Ke 2

,

Haimotolink – Serie pertama dari WSSP300 usai sudah dengan memunculkan Koen Meuffels sebagai pembalap tercepat menyentuh garis finish di Sirkuit Aragon MotorLand setelah menyelesaikan 11 laps pada balapan yang digelar pada 15 April 2018.

Terlepas dari pemenang dan hasil akhir, ternyata ada satu fakta dari Galang Hendra yang meskipun nir point, tapi dengan mengendarai motor Yamaha R3 spek 2017 berhasil mencatatkan torehan waktu / lap time race yang mengejutkan dimana ia berhasil membukukan 2:09,939 yang lebih cepat 4 detik dibandingkan catatan laptime tercepat R3 tahun 2017 lalu yaitu 2:14,050.

Sayang sekali catatan waktu yang impresife tersebut tidak mampu membuatnya berdiri diatas podium karena secara kasat mata seluruh motor Yamaha R3 terlihat begitu inferior jika dibandingkan dengan Kawasaki Ninja 400 ataupun KTM RC390 R yang banyak menguasai posisi terdepan.

WSSP300 ini memang sebuah balapan yang unik dimana terdapat gap yang cukup lebar dari motor-motor yang berpartisipasi. Mulai dari 320 CC – 470 CC yang tentunya memiliki perbedaan power dan performa dalam range yang cukup luas.

Oleh karenanya WSSP300 ini ada satu regulasi untuk mengatur level dari tiap motor dari pabrikan berbeda agak lebih equal. Tapi jika melihat hasil dari race pertama kemarin sepertinya perlu adanya koreksi untuk mendapatkannya.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Andrea Dosoli (Yamaha Motor Europe Road Racing Project Manager) sebagai Incorrect Level of Performances between Manufacturers. Yang bisa diartikan sebagai tingkat performa motor yang tidak seimbang diantara pabrikan yang membuat kompetisi menjadi tidak ( kurang ) fair.

Doi berharap Dorna dan FIM bisa memahami situasi tersebut dan membuat regulasi baru sebelum seri berikutnya digelar 20 – 22 April di sirkui Assen, Belanda. Seperti apa perkembangan regulasi yang nanti akan diterapkan? Layak untuk kita simak.

WSSP300 Seri Aragon MotorLand 2018 – Koen Meuffels Juara – Galang 16

Haimotolink – Perjuangan Galang Hendra pada serie pertama WSSP300 Aragon MotorLand 2018 berakhir sudah. Memulai balapan dari posisi 11, Galang Hendra akhirnya menyudahi balapan tanpa memperoleh point setelah mengakhiri balapan pada posisi 16 dari 11 lap yang dipertandingkan.

Hasil tersebut berjarak 15,421 detik dari Aragon Meuffel sebagai juara seri pertama ini dengan mengendarai motor KTM RC39 R diikuti dua pembalap Kawasaki Ninja 400 Scott Deroue dan Mika Perez.

Jalannya Race

Sejak awal balapan, Galang Hendra harus kehilangan posisinya dan merosot ke 16 pada lap ke 3 yang terus coba ia perbaiki selama balapan. Tetapi usaha yang dilakukan hanya cukup menempatkannya pada posisi 13 – 15, bahkan sempat berada di posisi 17, meskipun akhirnya bisa mengakhiri balapan di posisi 16 yang diperolehnya sejak lap 10.

Pembalap Indonesia lainnya yaitu ali Adrian harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah crash di lap pertama yang kemudian disusul oleh Imanuel Pratna pada lap ke 2.

Tentu ini bukan hasil yang menyenangkan bagi pembalap-pembalap kita di seri pembuka WSSP300 ini. Tapi  begitulah balapan yang pemenangnya harus ditentukan sampai lap terakhir.