Posts

Davies, Rea dan Melandri Podium di Race 2 WSBK Aragon 2018

Haimotolink – Race 2 WSBK Aragon telah berlangsung pada 15 April kemarin dengan menghadirkan Chaz Davies  sebagai juara disusul berturut-turut oleh Jonathan Rea dan Marco Melandri diposisi 2 dan 3.

Kejadian hampir mirip-mirip dengan WSSP300, yang banyak Ninja 400 melesat dideretan depan. Di WSBK adalah banyaknya Ducati Panigale yang berlari di depan dan ZX-10RR Rea berusaha untuk menguntit rombongan motor Italia tersebut.

Lalu bagaimanakah Yamaha yang menggunakan R1? Sebenarnya sempat ada motor Yamaha R1 memimpin balapan yang dikendarai Michale Van der Mark. Tapoi tidak berlangsung lama. Akhirnya duo Yamaha R1 Michale Van der Mark dan Alex Lowes finish di posisi 4 dan 5.

Melihat sepak terjang Ducati di WSBK, sepertinya Kawasaki akan bekerja keras dan lebih waspada dengan pergerakan dan kecepatan motor-motor Ducati di musim ini, meskipun sebelumnya Kawasaki adalah langganan juara WSBK.

Ah, makin seru aja persaingan antar pembalap dan motor di WSBK. jadi penasaran!

Yamaha Berharap Ada Perubahan Regulasi WSSP300 Menjelang Seri Ke 2

,

Haimotolink – Serie pertama dari WSSP300 usai sudah dengan memunculkan Koen Meuffels sebagai pembalap tercepat menyentuh garis finish di Sirkuit Aragon MotorLand setelah menyelesaikan 11 laps pada balapan yang digelar pada 15 April 2018.

Terlepas dari pemenang dan hasil akhir, ternyata ada satu fakta dari Galang Hendra yang meskipun nir point, tapi dengan mengendarai motor Yamaha R3 spek 2017 berhasil mencatatkan torehan waktu / lap time race yang mengejutkan dimana ia berhasil membukukan 2:09,939 yang lebih cepat 4 detik dibandingkan catatan laptime tercepat R3 tahun 2017 lalu yaitu 2:14,050.

Sayang sekali catatan waktu yang impresife tersebut tidak mampu membuatnya berdiri diatas podium karena secara kasat mata seluruh motor Yamaha R3 terlihat begitu inferior jika dibandingkan dengan Kawasaki Ninja 400 ataupun KTM RC390 R yang banyak menguasai posisi terdepan.

WSSP300 ini memang sebuah balapan yang unik dimana terdapat gap yang cukup lebar dari motor-motor yang berpartisipasi. Mulai dari 320 CC – 470 CC yang tentunya memiliki perbedaan power dan performa dalam range yang cukup luas.

Oleh karenanya WSSP300 ini ada satu regulasi untuk mengatur level dari tiap motor dari pabrikan berbeda agak lebih equal. Tapi jika melihat hasil dari race pertama kemarin sepertinya perlu adanya koreksi untuk mendapatkannya.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Andrea Dosoli (Yamaha Motor Europe Road Racing Project Manager) sebagai Incorrect Level of Performances between Manufacturers. Yang bisa diartikan sebagai tingkat performa motor yang tidak seimbang diantara pabrikan yang membuat kompetisi menjadi tidak ( kurang ) fair.

Doi berharap Dorna dan FIM bisa memahami situasi tersebut dan membuat regulasi baru sebelum seri berikutnya digelar 20 – 22 April di sirkui Assen, Belanda. Seperti apa perkembangan regulasi yang nanti akan diterapkan? Layak untuk kita simak.

WSSP300 Seri Aragon MotorLand 2018 – Koen Meuffels Juara – Galang 16

Haimotolink – Perjuangan Galang Hendra pada serie pertama WSSP300 Aragon MotorLand 2018 berakhir sudah. Memulai balapan dari posisi 11, Galang Hendra akhirnya menyudahi balapan tanpa memperoleh point setelah mengakhiri balapan pada posisi 16 dari 11 lap yang dipertandingkan.

Hasil tersebut berjarak 15,421 detik dari Aragon Meuffel sebagai juara seri pertama ini dengan mengendarai motor KTM RC39 R diikuti dua pembalap Kawasaki Ninja 400 Scott Deroue dan Mika Perez.

Jalannya Race

Sejak awal balapan, Galang Hendra harus kehilangan posisinya dan merosot ke 16 pada lap ke 3 yang terus coba ia perbaiki selama balapan. Tetapi usaha yang dilakukan hanya cukup menempatkannya pada posisi 13 – 15, bahkan sempat berada di posisi 17, meskipun akhirnya bisa mengakhiri balapan di posisi 16 yang diperolehnya sejak lap 10.

Pembalap Indonesia lainnya yaitu ali Adrian harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah crash di lap pertama yang kemudian disusul oleh Imanuel Pratna pada lap ke 2.

Tentu ini bukan hasil yang menyenangkan bagi pembalap-pembalap kita di seri pembuka WSSP300 ini. Tapi  begitulah balapan yang pemenangnya harus ditentukan sampai lap terakhir.

 

Galang Hendra Pratama Berjuang Dari Posisi 11 WSSP300 Aragon

Haimotolink – Perjuangan Galang Hendra Pratama di WSSP300 sepertinya akan lebih berat. Hal ini bisa kita lihat dari posisi start yang tidak masuk dalam baris terdepan pada WSSP300 di sirkuit Aragon MotorLand.

Bukan cuma perjuangan Galan Hendra yang berat tetapi perjuangan dari tim Yamaha di WSSP300 nanti secara keseluruhan. Hal itu dikarenakan menonjolnya Kawasaki Ninja 400 ataupun KTM RC390 pada sesi free practice sampai dengan qualifikasi kemarin.

Meskipun secara keseluruhan Galan Hendra Pratama berhasil menjadi Yamaha R3 tercepat, tetapi secara keseluruhan ia ada di posisi 11 saat mengawali start nanti.

Galang Hendra juga menjadi pembalap Indonesia tercepat pada sesi kualifikasi di WSSP300 Aragon MotorLand 2018.

Bagaimanapun Gakang sudah berjuang maksimal untuk mendapatkan posisi start terbaik, meskipun akhirnya posisi 11 menjadi miliknya. Kita sebagai bangsa Indonesia wajib memberi dukungan untuknya menjadi yang terbaik.

“Superpole 2 berlangsung sangat ketat, semua pembalap punya kans. Saya langsung full throttle sejak lap awal dan lebih cermat mendapatkan momen yang tepat untuk slipstream. Saya sangat bersyukur bisa berada di posisi 11 untuk hasil Superpole 2 ini. Mohon doa dan dukungannya agar meraih hasil yang terbaik, untuk Merah Putih Semakin Di Depan “ – Galang Hendra Pratama

Semangat Galang!